Semangat gotong royong dan kekompakan pemuda di Pemangku Campur Rejo, Pekon Pampangan, patut diacungi jempol. Melalui inisiatif dari Karang Taruna (KT) Sebanusa, mereka berhasil melaksanakan pembangunan Gerbang Pemangku dan penanaman tanaman penahan tanah di jalur rawan longsor.
Gerbang Megah Simbol Identitas
Pembangunan Gerbang Pemangku menjadi simbol baru bagi Pemangku Campur Rejo. Gerbang ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah, tetapi juga sebagai manifestasi dari semangat kebersamaan para pemuda.
Sumber dana untuk proyek ini menunjukkan kemandirian Karang Taruna Sebanusa. Mereka menghimpun dana dari:
Swadaya pemuda setempat.
Dana hasil dari simpan pinjam anggota Karang Taruna Sebanusa.
Kemandirian finansial ini membuktikan bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi modal utama dalam pembangunan wilayah.
Langkah Pencegahan Bencana di Akses Utama
Selain pembangunan fisik, Karang Taruna Sebanusa juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan keselamatan warga. Mereka melakukan aksi konservasi dengan menanam tanaman penahan tanah di sepanjang jalan menuju Pemangku Campur Rejo.
Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dan pencegahan agar tidak terjadi longsor di jalur yang dianggap rawan, terutama saat musim hujan. Penanaman ini tidak hanya mencegah erosi, tetapi juga menghijaukan lingkungan sekitar.
Momentum Inspiratif Bagi Pemangku Lain
Keberhasilan Karang Taruna Sebanusa dalam mendanai dan melaksanakan proyek berskala ini dengan mengandalkan sumber daya internal (swadaya dan simpan pinjam) menjadi sebuah model inspiratif. Hal ini menegaskan bahwa organisasi pemuda dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang mandiri dan proaktif.
Diharapkan, semangat gotong royong dan kemandirian Karang Taruna Sebanusa Pemangku Campur Rejo ini dapat menular dan memicu inisiatif serupa di seluruh pemangku di Pekon Pampangan dan sekitarnya.